Kamis, 17 Februari 2011
Rabu, 16 Februari 2011
AGENDA KOMISI B DEWAN KOTA MANADO PEKAN KE-3 BULAN FEBRUARI 2011
Anggota Komisi B DPRD Kota Manado, Syarifudin Saafa, ST mengatakan, komisi B bersepakat memanggil sejumlah pengelola perparkiran di Kota ini. Hal ini dilakukan setelah mendapatkan keluhan dari masyarakat dan setelah mendapatkan penjelasan dari Dinas Pendapatan Daerah Kota Manado.
Dalam rapat internal komisi, disepakati agenda Rapat Dengar Pendapat dengan Dinas Pendapatan Daerah Kota Manado dan Pihak Perparkiran sebagai berikut;
Hari/tanggal : Rabu, 16 Februari 2011
Pukul : 10.00-16.00 WITa
Tempat : Ruang Rapat Gabungan Komisi DPRD Kota Manado
Yang diundang :
1. Kadis Dispenda Kota Manado
2. Pengelola Perparkiran Kawasan Mantos PT. Gerbang Nusa Perkasa, Wisata Bahari PT Bina Perkasa, Kawasan PT. Megasurya Nusalestari
Hasil hearing tersebut akan disampaikan kepada publik.
Dalam rapat internal komisi, disepakati agenda Rapat Dengar Pendapat dengan Dinas Pendapatan Daerah Kota Manado dan Pihak Perparkiran sebagai berikut;
Hari/tanggal : Rabu, 16 Februari 2011
Pukul : 10.00-16.00 WITa
Tempat : Ruang Rapat Gabungan Komisi DPRD Kota Manado
Yang diundang :
1. Kadis Dispenda Kota Manado
2. Pengelola Perparkiran Kawasan Mantos PT. Gerbang Nusa Perkasa, Wisata Bahari PT Bina Perkasa, Kawasan PT. Megasurya Nusalestari
Hasil hearing tersebut akan disampaikan kepada publik.
Selasa, 08 Februari 2011
Saafa : Manajemen Aset Pemkot Sangat Amburadul
MANADO – Pemerintahan walikota dan wakil walikota Manado, Vicky Lumentut-Harley Mangindaan, masih seumur jagung. Pengalaman buruknya pengelolaan keuangan daerah pada pemerintahan periode lalu hendaknya menjadi pelajaran berharga. Alhasil, predikat Disclaimer tahun 2010 dari BPK-RI melekat pada Pemkot Manado.Anggota Komisi B DPRD Manado, Syarifudin Saafa ST, mengingatkan pemerintahan Vicky-Ai, memperbaiki sistem pengelolaan keuangan daerah agar tidak terjadi kebocoran serta secepatnya mendata aset daerah.
“Saya berharap, khusus di bagian keuangan Pemkot Manado, pengelolaan keuangan tahun ini harus lebih baik. Kita tentu ingin menghasilkan hasil pemeriksaan dari BPK, Wajar Tanpa Pengecualian,” tutur Saafa kepada beritamanado, Senin (07/02).
Namun ada beberapa kendala, menurut politisi PKS ini, terkait aset pemerintah kota yang perlu penanganan serius, yang menurutnya, manajemen aset Pemkot sangat amburadul.
“Manajemen aset pemerintah kota sangat amburadul, sebagai contoh, Presiden Shopping Centre di Pasar 45 adalah milik Pemkot, tapi tidak diperhatikan,” tukasnya. (jry)
Saafa Minta Rolling Pejabat Perhatikan Representase Pluralitas
Posted by jry Berita Utama, Kota Manado Kamis, 03/02/2011 09:25

Syarifudin Saafa ST (Foto Beritamanado)
MANADO – Walikota Manado DR Vicky Lumentut berencana melakukan rolling pejabat di lingkup pemerintah kota. Rolling kali ini diharapkan memperhatikan unsur pluralitas masyarakat Kota Manado.
Demikian harapan anggota DPRD Kota Manado dari Partai Keadilan Sejahtera, Syarifudin Saafa ST. Sebagai politisi Muslim, Saafa berharap pergantian pejabat memperhatikan representase umat Islam.
“Pasangan Vicky-Ai pada Pemilukada lalu juga didukung umat Islam kota Manado. Sudah selayaknya umat Islam ditempatkan pada porsi yang layak,” ujar Saafa kepada beritamanado, Kamis (03/02) pagi.
Lanjut Saafa, dirinya tidak berbicara unsur sara tapi hanya ingin menjelaskan kondisi masyarakat Kota Manado yang sangat pluralisme, saling menghargai, menjunjung tinggi perbedaan.
“Dan salah-satu perwujudannya adalah bagaimana representase umat Muslim di pemerintahan,” pungkasnya. (JRY)
Syarifudin Saafa ST (Foto Beritamanado)
MANADO – Walikota Manado DR Vicky Lumentut berencana melakukan rolling pejabat di lingkup pemerintah kota. Rolling kali ini diharapkan memperhatikan unsur pluralitas masyarakat Kota Manado.
Demikian harapan anggota DPRD Kota Manado dari Partai Keadilan Sejahtera, Syarifudin Saafa ST. Sebagai politisi Muslim, Saafa berharap pergantian pejabat memperhatikan representase umat Islam.
“Pasangan Vicky-Ai pada Pemilukada lalu juga didukung umat Islam kota Manado. Sudah selayaknya umat Islam ditempatkan pada porsi yang layak,” ujar Saafa kepada beritamanado, Kamis (03/02) pagi.
Lanjut Saafa, dirinya tidak berbicara unsur sara tapi hanya ingin menjelaskan kondisi masyarakat Kota Manado yang sangat pluralisme, saling menghargai, menjunjung tinggi perbedaan.
“Dan salah-satu perwujudannya adalah bagaimana representase umat Muslim di pemerintahan,” pungkasnya. (JRY)
Anggota Dekot Manado dari PKS, Syarifudin Saafa ST
MANADO – Walikota Manado DR Vicky Lumentut berencana melakukan rolling pejabat di lingkup pemerintah kota. Rolling kali ini diharapkan memperhatikan unsur pluralitas masyarakat Kota Manado.
Demikian harapan anggota DPRD Kota Manado dari Partai Keadilan Sejahtera, Syarifudin Saafa ST. Sebagai politisi Muslim, Saafa berharap pergantian pejabat memperhatikan representase umat Islam.
“Pasangan Vicky-Ai pada Pemilukada lalu juga didukung umat Islam kota Manado. Sudah selayaknya umat Islam ditempatkan pada porsi yang layak,” ujar Saafa kepada beritamanado, Kamis (03/02) pagi.
Lanjut Saafa, dirinya tidak berbicara unsur sara tapi hanya ingin menjelaskan kondisi masyarakat Kota Manado yang sangat pluralisme, saling menghargai, menjunjung tinggi perbedaan.
“Dan salah-satu perwujudannya adalah bagaimana representase umat Muslim di pemerintahan,” pungkasnya. (JRY)
Rabu, 15 Desember 2010
"Tinjau Pabrik Miras dan Produsen Makanan"
MANADO – Terkait tewasnya empat warga Pasar Karombasan akibat minuman keras (miras) akhir pekan lalu, Komisi B DPRD Kota Manado Selasa (14/12) hari ini, akan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah pabrik minuman keras. Kemudian Rabu (15/12) besok, Komisi B juga akan meninjau distributor bahan makanan.
“Kami akan cek langsung ke sejumlah pabrik miras, bagaimana proses pembuatannya, bahan-bahan yang digunakan termasuk izin dan IPAL,” ujar anggota Komisi B Dekot Manado, Syarifudin Saafa ST kepada beritamanado, Selasa (14/12).
Sementara untuk pengecekan distributor dan supermarket, pihak dewan akan bekerjasama dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melihat bahan-bahan makanan yang sudah kadaluarsa. “Termasuk bahan makanan dalam kaleng yang sudah penyot. Jika ada rekomendasi dari BPOM agar ditarik, maka kita akan meminta harus ditarik,” tambah Saafa.
“Kami akan cek langsung ke sejumlah pabrik miras, bagaimana proses pembuatannya, bahan-bahan yang digunakan termasuk izin dan IPAL,” ujar anggota Komisi B Dekot Manado, Syarifudin Saafa ST kepada beritamanado, Selasa (14/12).
Sementara untuk pengecekan distributor dan supermarket, pihak dewan akan bekerjasama dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melihat bahan-bahan makanan yang sudah kadaluarsa. “Termasuk bahan makanan dalam kaleng yang sudah penyot. Jika ada rekomendasi dari BPOM agar ditarik, maka kita akan meminta harus ditarik,” tambah Saafa.


